Kembali ke BlogPortofolio & Studi Kasus

Studi Kasus Optimasi PageSpeed: Speed Index 4,1 ke 2,0 Detik

Agus 3 Oktober 2026
Studi Kasus Optimasi PageSpeed: Speed Index 4,1 ke 2,0 Detik

Catatan nyata optimasi PageSpeed jadikanweb.id: Aksesibilitas naik dari 84 ke 96, Speed Index turun dari 4,1 ke 2,0 detik. Termasuk yang belum berhasil.

Sulit menjual jasa mempercepat website kalau website sendiri masih lambat. Karena itu, sebelum membahas jasa optimasi kecepatan website untuk klien, kami membereskan website jadikanweb.id lebih dulu dan mencatat prosesnya. Layanan terkait dapat Anda lihat di https://jadikanweb.id/layanan/optimasi-kecepatan. Studi kasus ini bukan cerita tentang mengejar skor sempurna, melainkan catatan perubahan yang benar-benar dilakukan, hasil yang terlihat di PageSpeed Insights, dan bagian yang sampai sekarang masih belum beres. Semua pengujian menggunakan simulasi laboratorium, bukan data pengunjung nyata.

Hasil optimasi PageSpeed: sebelum dan sesudah

Sebelum di optimasi
Sebelum di optimasi

Sesudah di optimasi
Sesudah di optimasi

Pada tes pertama 1 Oktober 2026 pukul 14.58 WIB, PageSpeed Insights mencatat Performa 93, Aksesibilitas 84, Praktik Terbaik 100, SEO 100, dan Penjelajahan Agentic 2 dari 3. Speed Index berada di 4,1 detik, sementara First Contentful Paint 2,0 detik, Largest Contentful Paint 2,6 detik, Total Blocking Time 0 milidetik, dan Cumulative Layout Shift 0.

Pada tes tengah pukul 16.08 WIB, Performa menjadi 95, Aksesibilitas 96, dan Penjelajahan Agentic menjadi 3 dari 3. Speed Index turun menjadi 2,0 detik. FCP tetap 2,0 detik dan LCP tetap 2,6 detik, sedangkan TBT tetap 0 milidetik dan CLS tetap 0.

Pada tes terakhir 3 Oktober 2026 pukul 13.23 WIB, Performa tercatat 96, Aksesibilitas 96, Praktik Terbaik 100, SEO 100, dan Penjelajahan Agentic 3 dari 3. Speed Index tetap 2,0 detik dan LCP turun sedikit menjadi 2,5 detik.

Jadi, tidak semuanya membaik. Performa naik 3 poin, Aksesibilitas naik 12 poin, dan Penjelajahan Agentic naik dari 2 menjadi 3 dari 3. Speed Index turun 2,1 detik atau sekitar 51 persen, tetapi FCP tidak berubah dan LCP masih ditandai oranye.

Catatan sebelum membaca angkanya

Pengujian dilakukan menggunakan PageSpeed Insights pada tab Mobile dengan simulasi HP Moto G Power, koneksi 4G lambat, dan Lighthouse 13.5.0. Artinya, angka tersebut menggambarkan kondisi pengujian laboratorium dengan konfigurasi tertentu, bukan pengalaman setiap pengunjung jadikanweb.id.

Ada beberapa hal penting sebelum menarik kesimpulan dari selisih angka tersebut. Skor Lighthouse bisa bervariasi antar pengujian, jadi selisih satu atau dua poin jangan dibaca terlalu jauh.

Selain itu, teks utama di halaman depan berubah di antara tes pertama dan tes terakhir. Pada tes pertama tertulis “Jasa Pembuatan Website Profesional untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis Anda”, sedangkan pada tes terakhir menjadi “Bangun Kredibilitas Bisnis Anda Dengan Website Berkinerja Tinggi”. Jadi, ini bukan perbandingan halaman yang benar-benar identik.

Semua angka dalam studi kasus ini adalah data simulasi, bukan data pengunjung nyata. Karena itu, hasilnya tidak boleh langsung dianggap sebagai gambaran performa yang dialami seluruh pengguna website.

Apa yang mengganjal di tes pertama

Ada dua hal utama yang langsung menarik perhatian kami. Pertama adalah Aksesibilitas yang berada di angka 84 dan Penjelajahan Agentic yang masih 2 dari 3. Penyebabnya ternyata cukup spesifik: elemen formulir tidak memiliki label yang terhubung secara teknis.

Di formulir brief terdapat tiga kolom, yaitu kolom nama, kolom email, dan pilihan layanan. Teks label memang terlihat di layar, tetapi label tersebut tidak terhubung secara teknis dengan kolomnya. Akibatnya, pembaca layar tidak mengetahui fungsi masing-masing kolom.

Audit yang sama juga menahan kategori Penjelajahan Agentic di angka 2 dari 3 karena kategori tersebut menilai praktik aksesibilitas bagi agen AI. Ini menjadi contoh bahwa satu masalah teknis dapat muncul dalam lebih dari satu bagian laporan.

Masalah kedua adalah Speed Index. Angkanya mencapai 4,1 detik dan terlihat jauh lebih lambat dibandingkan metrik lain. Dalam laporan diagnostik, rantai permintaan penting hanya memiliki dua langkah: dokumen HTML selesai dalam 181 milidetik, kemudian file CSS utama sekitar 13 KiB selesai pada 690 milidetik.

Selama CSS tersebut belum selesai diunduh, browser tidak menampilkan apa pun. Penyebab website lambat bisa berasal dari hal-hal teknis seperti ini, bukan selalu karena server atau ukuran seluruh halaman. Pembahasan yang lebih umum tentang penyebab website lambat dan cara mempercepatnya dapat dibaca di https://jadikanweb.id/blog/cara-mempercepat-website-yang-lambat.

Tiga hal yang kami ubah

Kami kemudian melakukan tiga perubahan yang langsung berkaitan dengan temuan tersebut. Perubahannya tidak dibuat berdasarkan target untuk mendapatkan angka 100, tetapi berdasarkan masalah yang terlihat pada laporan pengujian.

Label formulir yang tidak terhubung

Perubahan pertama adalah menghubungkan label formulir dengan kolomnya menggunakan pasangan atribut for dan id. Setiap formulir juga menggunakan id yang unik agar hubungan antara label dan kolomnya jelas.

Perubahan ini relatif sederhana, tetapi dampaknya muncul pada dua bagian sekaligus. Aksesibilitas meningkat karena kolom formulir sekarang memiliki hubungan teknis dengan labelnya, sementara Penjelajahan Agentic juga meningkat karena keduanya dipicu oleh audit yang sama.

Hasilnya terlihat pada tes tengah: Aksesibilitas naik dari 84 menjadi 96 dan Penjelajahan Agentic naik dari 2 dari 3 menjadi 3 dari 3.

Gambar portofolio yang terlalu berat

Perubahan kedua menyasar gambar portofolio di bagian atas halaman depan, yaitu dua baris gambar yang bergerak. Gambar sebenarnya sudah disajikan dalam format AVIF atau WebP melalui CDN sendiri, tetapi pilihan ukurannya masih kurang sesuai.

Kami menambahkan ukuran 640 dan 800 piksel pada daftar srcset. Dengan begitu, browser pada HP dapat memilih ukuran gambar yang lebih sesuai dengan kebutuhan tampilan.

Kualitas kompresi juga diturunkan dari 85 menjadi 75. Alasannya sederhana: gambar tersebut hanya tampil kecil dan bersifat dekoratif, sehingga penggunaan kualitas yang lebih tinggi tidak diperlukan untuk kebutuhan tampilannya.

CSS yang bikin halaman menunggu

Perubahan ketiga berkaitan dengan CSS utama yang sebelumnya membutuhkan satu perjalanan jaringan tambahan. Isi CSS kemudian disisipkan langsung ke dokumen HTML sehingga satu perjalanan jaringan tersebut hilang.

Setelah perubahan ini, peringatan hierarki dependensi jaringan tidak muncul lagi dalam laporan. Ada konsekuensinya: dokumen HTML bertambah sekitar 13 KiB dan pengunjung yang kembali tidak lagi menggunakan cache file CSS terpisah.

Untuk situs yang pengunjungnya kebanyakan datang baru dari Google, kami menganggap pertukaran tersebut masuk akal dalam konteks pengujian ini. Namun, ini tetap sebuah trade-off, bukan perubahan yang tanpa konsekuensi.

Speed Index sudah berada di 2,0 detik pada tes sore hari yang sama dengan tes pertama. Angka tersebut kemudian tetap 2,0 detik pada tes 3 Oktober.

Perlu dicatat, tiap perubahan tidak diuji satu per satu. Jadi, kami tidak bisa memastikan perubahan mana yang paling berpengaruh terhadap Speed Index. Dugaan kami adalah hasil tersebut merupakan kombinasi dari CSS yang disisipkan langsung dan gambar yang dibuat lebih ringan.

Yang belum beres

Masih ada beberapa bagian yang belum selesai dan penting untuk disebutkan secara terbuka. First Contentful Paint masih 2,0 detik, yaitu di atas batas kategori baik 1,8 detik.

Largest Contentful Paint turun dari 2,6 menjadi 2,5 detik. Angka 2,5 detik berada tepat di batas 2,5 detik dan masih ditandai oranye oleh PageSpeed Insights. Elemen LCP juga belum ditelusuri sampai tuntas.

Aksesibilitas sudah menjadi 96, tetapi belum 100. Sisa poin tersebut belum diperiksa lebih lanjut dalam studi kasus ini.

Ada pula keterbatasan pada data yang digunakan. Data pengunjung nyata dari laporan Core Web Vitals di Search Console belum disertakan. Data tersebut dihitung dalam rentang sekitar 28 hari sehingga perubahan dari data pengunjung nyata baru dapat terlihat beberapa minggu kemudian.

Karena itu, hasil studi kasus ini tidak dapat digunakan untuk menyatakan bahwa website sudah lolos Core Web Vitals atau bahwa pengalaman seluruh pengunjung sudah berubah dengan hasil yang sama.

Yang bisa Anda tiru

Pelajaran pertama adalah mulai dari laporan yang gagal, bukan langsung mengejar skor. Dalam kasus ini, Aksesibilitas 84 dan Speed Index 4,1 detik memberi petunjuk yang lebih berguna daripada sekadar melihat angka Performa 93.

Pelajaran kedua, perbaikan aksesibilitas yang sederhana bisa memiliki dampak ganda. Menghubungkan label formulir dengan kolomnya tidak membutuhkan perubahan besar pada tampilan, tetapi dapat memperbaiki lebih dari satu audit ketika masalahnya memang digunakan oleh beberapa kategori penilaian.

Pelajaran ketiga adalah memeriksa rantai CSS yang dapat memblokir tampilan. File CSS utama dalam kasus ini hanya sekitar 13 KiB, tetapi tetap menjadi bagian dari rantai permintaan yang membuat browser menunggu sebelum menampilkan apa pun.

Pelajaran keempat adalah menyesuaikan ukuran gambar dengan tampilan yang sebenarnya. Menggunakan format gambar modern saja belum tentu cukup jika ukuran gambar yang dikirim masih kurang sesuai dengan perangkat dan ukuran tampilannya.

Pelajaran kelima, jangan mengejar angka 100 demi angkanya. Performa website memiliki beberapa metrik dan masing-masing perlu dilihat bersama konteksnya. Dalam kasus ini, Performa naik, tetapi FCP tetap 2,0 detik dan LCP masih berada pada batas oranye.

Kalau website Anda juga lambat

Kalau website Anda terasa lambat, langkah pertama bukan langsung mengganti semuanya. Mulailah dengan pengujian, lihat bagian yang benar-benar menjadi masalah, lalu lakukan perubahan yang bisa ditelusuri hasilnya.

Pendekatan seperti ini juga membantu membedakan antara masalah gambar, CSS, aksesibilitas, atau bagian lain yang muncul dalam laporan. Tidak semua masalah membutuhkan perubahan besar, dan tidak semua angka yang berubah berarti pengalaman pengguna otomatis berubah dengan besaran yang sama.

Jika Anda ingin melihat layanan optimasi kecepatan website dari kami, kunjungi https://jadikanweb.id/layanan/optimasi-kecepatan. Untuk memahami penyebab website lambat dan cara mempercepatnya secara lebih umum, Anda dapat membaca https://jadikanweb.id/blog/cara-mempercepat-website-yang-lambat.

Jika Anda ingin melihat formulir brief di beranda jadikanweb.id, Anda dapat mengakses https://jadikanweb.id/#brief. Dari sana, kebutuhan website dapat disampaikan terlebih dahulu sebelum menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki.

Artikel Terkait

Hubungi Kami