Kembali ke BlogPortofolio & Studi Kasus

Cara Cek Kecepatan Website dan Apa yang Harus Dilakukan Setelahnya

Agus 29 September 2026
Cara Cek Kecepatan Website dan Apa yang Harus Dilakukan Setelahnya

Sudah cek kecepatan website tapi bingung artinya? Kenali tools gratisnya, cara membaca skornya, dan langkah selanjutnya jika hasilnya lambat.

Banyak orang sudah tahu cara cek kecepatan website, tapi bingung setelah melihat hasilnya. Angka dan istilah seperti LCP, CLS, atau skor 45/100 sering tidak dijelaskan artinya, apalagi apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Jawaban Singkat: Cara Cek Kecepatan Website

Cara tercepat mengecek kecepatan website adalah lewat Google PageSpeed Insights — cukup masukkan URL website Anda, gratis, dan hasilnya keluar dalam beberapa detik. Alat ini menampilkan skor 0–100 serta rincian metrik seperti LCP, INP, dan CLS.

Skor di atas 90 dianggap baik, 50–89 perlu perbaikan, dan di bawah 50 tergolong lambat. Tapi skor hanyalah titik awal. Yang lebih penting adalah mengetahui apa yang menyebabkan skor rendah dan langkah mana yang perlu diprioritaskan lebih dulu.

3 Tools Gratis untuk Cek Kecepatan Website

Tools

Kelebihan

Cocok untuk

Google PageSpeed Insights

Data langsung dari Google, mencakup performa mobile dan desktop

Cek cepat dan akurat sesuai standar Google

GTmetrix

Laporan lebih detail, ada rekaman video proses loading

Analisis mendalam per elemen halaman

Pingdom

Bisa pilih lokasi server penguji

Melihat pengaruh jarak server ke pengunjung

Cara pakainya sama: buka situsnya, masukkan alamat website, tunggu beberapa detik, dan laporan langsung muncul. Tidak perlu instalasi apa pun.

Memahami Metrik yang Muncul di Laporan

Skor saja tidak cukup untuk tahu apa yang perlu diperbaiki. Berikut metrik utama yang biasanya muncul, dan artinya dalam bahasa sederhana:

  • LCP (Largest Contentful Paint): waktu sampai elemen terbesar di halaman (biasanya gambar atau judul) selesai tampil. Idealnya di bawah 2,5 detik.

  • INP (Interaction to Next Paint): seberapa cepat halaman merespons saat diklik atau disentuh. Idealnya di bawah 200 milidetik.

  • CLS (Cumulative Layout Shift): seberapa banyak tata letak halaman "meloncat" saat dimuat, misalnya tombol yang tiba-tiba bergeser. Idealnya di bawah 0,1.

Ketiganya disebut Core Web Vitals, dan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan Google dalam menentukan peringkat pencarian.

Skor Sudah Jelek, Lalu Harus Apa?

Ini bagian yang paling sering terlewat. Banyak artikel berhenti di "cara mengecek", padahal langkah setelahnya yang paling membingungkan. Urutan yang biasanya paling efektif:

  1. Cek penyebab paling umum dulu. Gambar berukuran besar, terlalu banyak plugin, dan hosting yang lambat adalah tiga penyebab paling sering ditemukan. Rincian lengkapnya ada di artikel penyebab website lambat.

  2. Perbaiki satu per satu, bukan sekaligus. Kompres gambar dulu, cek lagi skornya, baru lanjut ke langkah berikutnya. Ini membantu Anda tahu perbaikan mana yang paling berpengaruh.

  3. Uji ulang setelah tiap perubahan. Skor bisa naik-turun sedikit tiap tes, jadi jangan menilai dari satu kali cek saja.

Panduan langkah demi langkah untuk memperbaikinya ada di cara mempercepat website yang lambat.

Kapan Sebaiknya Serahkan ke Profesional?

Membenahi gambar atau menonaktifkan plugin biasanya bisa dilakukan sendiri. Tapi ada situasi yang lebih efisien diserahkan ke developer:

  • Skor tetap rendah meski gambar dan plugin sudah dibenahi.

  • Website dibangun dengan kode custom, bukan CMS seperti WordPress.

  • Masalah ada di sisi server atau struktur kode, bukan konten halaman.

  • Anda butuh perbaikan cepat karena sedang kehilangan calon pelanggan akibat website lambat.

Di titik ini, audit teknis oleh developer biasanya lebih cepat menemukan akar masalahnya dibanding coba-coba sendiri.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Skor PageSpeed Insights yang bagus itu berapa?
Skor 90–100 dianggap baik, 50–89 perlu perbaikan, dan di bawah 50 tergolong lambat. Untuk mobile, skor biasanya lebih rendah dibanding desktop karena keterbatasan perangkat.

Kenapa skor PageSpeed saya berubah-ubah tiap dites?
Wajar. Skor dipengaruhi kondisi server dan jaringan saat pengujian dilakukan, jadi hasilnya bisa sedikit berbeda tiap kali dicek. Yang penting dilihat adalah tren jangka panjangnya, bukan satu angka saja.

Apakah cek kecepatan website itu penting untuk SEO?
Penting. Google menggunakan Core Web Vitals (LCP, INP, CLS) sebagai salah satu faktor peringkat, terutama untuk pengalaman pengguna di perangkat mobile.

Apa bedanya PageSpeed Insights dan GTmetrix?
PageSpeed Insights memakai data langsung dari Google dan lebih fokus ke Core Web Vitals. GTmetrix memberi rincian lebih detail per elemen halaman, termasuk rekaman video proses loading.

Berapa lama waktu loading website yang ideal?
Idealnya di bawah 2–3 detik. Semakin lama loading, semakin besar kemungkinan pengunjung meninggalkan website sebelum halaman selesai dimuat.

Kesimpulan

Cek kecepatan website itu langkah pertama, bukan tujuan akhir. Yang menentukan hasilnya adalah tindakan setelah tahu skornya: kenali penyebabnya, perbaiki bertahap, dan uji ulang setiap kali ada perubahan.

Kalau sudah dicoba sendiri tapi skornya tetap rendah, tim kami bisa membantu audit dan optimasi kecepatan website Anda.

Artikel Terkait

Hubungi Kami